Menghilangkan Penat dengan Berendam di Air Panas Angseri Tabanan




Hi guys,
Aku dan Marcio baru aja abis jalan-jalan ke Air Panas Angseri di Tabanan. Terus terang ini kali pertama bagi kami berdua mengunjungi tempat wisata ini. Aku yang asli Buleleng, biasanya berendam di Air Panas Banjar. Atau sebelumnya aku beberapa kali berendam air panas di Toya Devasya. Tapi belum sekalipun aku main ke Air Panas Angseri. Jadilah aku semangat buat ajakin Marcio juga untuk berendam di tempat ini.

Perjalanan ke Air Panas Angseri ini cukup menyenangkan. Kami yang gak tahu jalan pun mengandalkan sepenuhnya bantuan google maps. Di kanan kiri suasananya masih hijau, dan kami juga melewati hutan bambu yang luas. Suasananya cukup sejuk dan tidak terlalu panas sepanjang jalan.

Begitu sampai, kami beli tiket dulu. Kami diberi kertas tiket seharga Rp 50.000. Sempat agak bingung juga, ini kenapa bukan di-charge per-orang ya? Maksudnya Rp. 50.000 berdua gitu? Belakangan baru kami tahu bahwa tiket Rp. 50.000 itu untuk menyewa pemandian private air panas selama 1 jam. Jadi karena kami berdua pakai ruangan yang sama, bayarnya ya cuma segitu aja. Okelah, baik.

Balik lagi, setelah membeli tiket, aku dan Marcio harus berjalan sedikit menuju ke tempat air panas. Aku sempat baca review dan ada beberapa orang yang mengeluhkan kalau jalannya cukup jauh menuju tempat air panas. Tapi enggak ko, aku hampir gak kerasa jalannya. Tiba-tiba udah nyampe aja. Mungkin karena pemandangannya asri, jadi kami berdua cukup menikmati. But seriously, gak jauh sama sekali!

Begitu sampai, ada petugas yang tanya kami beli tiket seharga Rp. 45.000 atau Rp. 50.000. Begitu aku bilang harga tiketku, kami langsung di arahkan ke salah satu ruangan yang di dalamnya ada kolam berisikan air panas. Airnya masih mengalir dari pancuran. Sebelum masuk, aku sempat melirik kiri kanan, ternyata ada cukup banyak ruangan berendam private di sini. Beberapa ada yang pintunya ditutup, tapi gak sedikit juga ada yang dibuka.

Aku dan Marcio langsung ganti baju di dalam ruangan. Kami pun langsung coba berendam di dalam bak (aku bingung bilangnya bak atau kolam ya?). Terus terang ini pengalaman baru bagiku. Sebelumnya aku gak pernah berendam di bak seperti ini dalam ruangan tertutup. Agak sedih sebenarnya, karena kalau ada view hijau-hijau seperti kolam umum yang di luar, pasti tempat ini sempurna. Karena berbentuk ruangan dikelilingi tembok, kesannya jadi kaya kamar mandi banget haha.

Kalau lihat tempatnya dari foto, aku mungkin agak geli juga hihihi. Aku pasti wondering, bersih gak ya, licin gak ya baknya, dan berbagai macam pikiran lainnya. Tapi sebenernya, saat dicoba langsung, baknya cukup bersih! Sama sekali tidak terasa licin-licin yang bikin geli. Kayak baru abis bersih disikatin aja. Kita duduk dan bersandar pun rasanya cukup nyaman.

Marcio sangat menikmati berendam di air panas Angseri ini. Terutama menikmati air yang mengucur dari pancuran, karena airnya lumayan panas! Marcio yang emang hobinya setiap hari mandi di bathtub air panas pun benar-benar memanfaatkan momen ini untuk berendam sepuasnya. Sementara aku sendiri merasa cukup happy berendam di baknya. Airnya pas banget, bukan yang hangat-hangat kuku, tapi emang hangat mengarah ke panas. Jadi cocok banget untuk rileksasi.

Berdasarkan pengalamanku, tidak ada yang benar-benar “buruk” mengenai Air Panas Angseri. Namun, mungkin di saat sibuk, tempat wisata ini akan ramai pengunjung. Kemungkinan juga suhu airnya terlalu panas bagi beberapa orang. Selain itu, seperti halnya sumber air panas alami lainnya, airnya mungkin memiliki bau belerang yang kuat yang bisa jadi tidak menyenangkan bagi sebagian orang.

Setelah kurang lebih 40 menit, aku dan Marcio pun memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, kami cek kolam pemandian umum yang ada di luar. Pemandangannya bagus banget dengan air terjun kecil sebagai latar. Sayangnya, airnya tidak sepanas di pemandian private. Aku jadi berpikir, kalau dibuatkan kolam-kolam kecil private dengan pemandangan alam dan bukan dalam ruangan, pasti tempat ini bisa jadi favorit.

Di sekitar tempat pemandian ada beberapa tempat makan yang menjual makanan lokal dan juga minuman. Tapi aku dan Marcio memuskan untuk segera kembali dan tidak bersantai di restonya. Kebetulan cuaca mendung dan hujan pasti bakal segera datang. Overall, air panas Angseri ini cukup menarik. Kalau kamu mau melepas penat dan kebetulan ada di sekitar daerah ini, bisa langsung coba cus berkunjung ya. Semoga reviewku membantu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*