Pengalaman Electrocauter untuk Menghilangkan Bintik Hitam di Wajah




Hi cantik,
Kali ini aku mau ceritain pengalamanku melakukan treatment electrocauter di salah satu klinik kecantikan di tempat tinggalku. Terus terang, aku ga tahu sebelumnya, electrocauter ini treatment apa. Yang aku tahu, aku mau menhilangkan bintik-bintik hitam di wajahku, yang tampak seperti kutil, kecil dan timbul. Agak mirip milia juga, tapi ini warnanya hitam dan bentuknya pun tidak bulat sempurna ya, ga beraturan, dan terasa kalau disentuh dengan jari.

Aku ngeh dengan keberadaan bintik-bintik hitam ini semenjak aku remaja. Aku juga perhatikan kalau nenek dan alm ibuku juga punya bintik-bintik serupa yang bahkan ukurannya cukup besar (jadi seperti tahi lalat). Awalnya aku gak terlalu ambil pusing dengan bintik-bintik hitam ini, karena kalau dilihat-lihat, jatuhnya kaya freckles yang banyak di wajah para bule gitu. Kata orang sih, freckles bikin cantik. Tapi lama-lama aku ngerasa mulai gak nyaman, karena bintik yang awalnya tidak terlalu jelas, sekarang lumayan keliatan kalau aku skincarean.

Berawal dari itulah, akhirnya aku memutuskan untuk ke salah satu klinik kecantikan. Tidak aku sebutkan namanya disini, karena memang tidak ada kerjasama juga hehe. Jadi kalau mau tanya-tanya dimana, bisa personal tanya aku via DM IGku ya. Nah, di kunjungan ini lah sebenernya aku baru pertama kali mendengar dan mendapat penjelasan mengenai proses electrocauter yang akan aku jalani.

Menurut dokter, bintik-bintik di wajahku ini bersifat genetik. Yang aku pun membenarkan, karena ini ada di wajah nenekku, alm ibuku dan juga sodara-sodaraku. Selain itu, bintik hitam ini juga semakin timbul dikarenakan paparan sinar matahari, maka penggunaan sunscreen/sunblock sangat diperlukan untuk menghindari kondisi ini. Aku pun tanya, bagaimana cara menghilangkan bintik-bintik ini. Jawabannya adalah melakukan tindakan electrocauter.

Electrocauter ini adalah teknik perawatan dengan memanaskan suatu jaringan kulit menggunakan energi listrik. Metode untuk menghilangkan jaringan pada bagian atas kulit yang sudah mati seperti kutil, tahi lalat, komedo yang sudah mengeras, lemak, milia, dan jaringan mati lainnya yang tidak diinginkan. Sayangnya, saat perawatan, aku datang sendiri, jadi tidak ada yang bisa membantu mendokumentasikan. Tapi kurang lebih, prosesnya seperti gambar di bawah ini.

Perawatan electrocauter ini dibanderol dengan harga Rp. 400.000 saja untuk satu kali datang dan prosesnya sendiri memang cuma satu kali. Jika bintik-bintik sudah hilang, tidak perlu lagi di electrocauter. Aku pun setuju untuk melakukan perawatan electrocauter ini.

PROSES ELECTROCAUTER

Proses electrocauter terbilang cukup simple. Sebelum dilakukan electrocauter, wajahku diolesi dengan anestesi terlebih dahulu. Setelahnya disuruh menunggu selama kurang lebih satu jam. Lalu dokter pun datang dengan alat electrocauter, bentuknya kurang lebih seperti solder listrik. Di bagian ujung meruncing dan dialiri listrik. Oleh dokter, bagian bintik hitamku di wajahku itu “dibakar” dengan menggunakan ujung alat electrocauter, lalu dibersihkan dengan kapas.

Apakah sakit? Tidak sakit kalau pas tindakannya ini dilakukan di bagian wajah yang sudah terolesi anestesi. Cuma kaya kesetrum sangat ringan. Sayangnya, ada bagian wajah yang belum teroles anestesi, ikut juga kena electrocauter. Nah, ini yang lumayan sakit dan bikin keluar air mata. Kebetulan yang mengolesi anestesi itu susternya, dan memang gak seluruh permukaan wajah kena anestesi, hanya di bagian yang akan dilakukan electrocauter. Sementara, yang melakukan treatment itu dokternya, jadi ada bagian yang berbintik tapi malah tidak dianestesi oleh susternya. Hiks!

Bagian yang paling sakit adalah yang dekat daerah mata. Jadi dokternya sendiri menghindari pengambilan di dekat areal kantung mata, karena memang tidak teranestesi juga. Bagian dahi dan tulang pipi tidak terasa sakit, kalaupun ada bagian yang tidak teranestesi, sakitnya masih bisa ditahan. Nah, proses ini sendiri cukup cepat, tergantung juga dengan berapa banyak bintik hitam yang ingin dihilangkan. Untuk wajahku sendiri memakan waktu 15-20 menit.

Setelahnya, diolesi krim antibiotik pereda inflamasi. Lalu berikutnya dilapis dengan krim sunscreen produk dari klinik kecantikan tersebut. Saat pulang, aku beli 2 produk dari klinik tersebut yaitu antibiotik (ini wajib) yang akan dipakai 2 kali sehari selama 3 hari, dan aku juga beli sunscreen karena kebetulan sunscreen di rumahku habis. Setelahnya, boleh pulang dan menunggu hasilnya di wajahku.

HASIL TREATMENT ELECTROCAUTER

Setelah pulang, aku merasa wajahku nyut-nyutan banget. Sakit banget! Apalagi aku pulangnya naik motor dan pakai masker, jadi kerasa banget wajahku diterpa angin. Kalau aku deskripsikan, rasanya kaya seluruh wajah diolesi sambel. Panas dan perih. Foto di bawah ini adalah sebelum dan beberapa menit sesudah electrocauter. Bintik-bintik hitam bisa dilihat di foto sebelum sebelah kiri. Sementara yang di kanan adalah foto setelah electrouter, jadi masih bengkak karena “terbakar” aliran listrik.

Setelah sampai di rumah, selama satu hari wajahku nyut-nyutan, panas dan perih. Untuk meredakan, aku oles antibiotik di pagi dan malam hari. Bagian wajahku yang dikenai tindakan electrocauter terlihat sedikit bengkak dan bahkan ada yang kehitaman. Menurut dokter ini wajar, setelah beberapa hari bagian tersebut akan mengeras dan mengelupas sendiri. Pastikan untuk tidak iseng menguliti bagian ini, biarkan saja terkelupas secara natural. Foto di bawah, aku olesi wajahku dengan antibiotik, jadi keliatan kaya mengkilat begitu.

Nah berikut adalah foto-fotoku di hari-hari berikutnya. Setelah melewati hari pertama, sudah tidak ada sakit dan perih. Bengkaknya juga sudah berkurang, mungkin karena bantuan antibiotik. Bagian yang di-electrocauter masih keliatan ada bekasnya. Seperti kata dokter, akan butuh waktu kurang lebih satu minggu sampai terkelupas. Tapi berdasar pengalamanku pribadi, di hari keempat setelah treatment, beberapa bagian yang mengeras sudah terkelupas dengan sendirinya.

Sayangnya, bagian yang terkelupas itu, meninggalkan bekas putih. Bisa dilihat di foto paling kanan Day +4. Jadi ada bekas putih dimana bintik-bintik hitam sebelumnya berada. Aku pikir ini cukup normal, karena kan bagian ini sebelumnya “dibakar” lalu mengeras dan terkelupas, jadi perlu waktu untuk penyembuhan. Aku sebenarnya cukup happy dengan hasilnya, walaupun belum sepenuhnya rata warna kulit wajahku.

Sedihnya, setelah beberapa minggu ada bekas putih ini, aku mulai sadar kalau bekas putih ini malah jadi menghitam. What? Aku sedih banget! Karena ini keliatannya kayak flek-flek hitam. Aku kurang ngerti kenapa bisa jadi hitam begini, huhuhu padahal semenjak electrocauter, aku semakin rajin pake sunscreen, begitupun dengan skincare pagi dan malam. Nah, bentuk fleknya seperti foto di bawah, hiks sedih!

Foto di atas diambil setelah hampir sebulan pasca melakukan electrocauter. Bagian yang hitam ini adalah bagian yang semula putih bekas bintik yang terkelupas. Aku sempat mikir bahwa ini mungkin adalah prosesnya dan wajar, tapi lama-lama jadi penasaran juga, takut malah kenapa-kenapa. Akhirnya aku whatsapp dokter yang menanganiku kemarin. Menurut Bu Dokter, hal ini termasuk wajar karena masih proses pemulihan. Lama-kelamaan, bekas hitam ini akan menghilangkan asalkan rajin menggunakan sunscreen dan krim pemudar noda. Berikut ya, chatku sama beliau.

Nah, demikian ya, ceritaku hampir sebulan pasca melakukan tindakan electrocauter. Treatment ini aku ambil di tanggal 8 Maret, sementara tulisan ini aku post di tanggal 5 April. Kondisi saat ini wajahku tidak ada sakit dan perih, bagian bintik putih berubah jadi bintik hitam/noda gitu. Sedih sih kenapa jadi menghitam, padahal dulu waktu bintik putih, lebih mendingan. Gak terlalu keliatan, unless diperhatikan dengan seksama. Tapi ya, seperti kata dokter, ini wajar dan masih proses. Sepertinya aku harus sabar.

Oke deh, gitu dulu ya guys, sharing pengalamanku melakukan treatment electrocauter. Kalau ada perubahan, aku akan update tulisan ini. Semoga membantu kalian yang juga berencana untuk melakukan treatment yang sama. Thank you udah mampir!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*