Cara Membuat Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Online Kabupaten Badung




cara membuat sktt online badung

Hi guys,

Di tulisan ini aku akan sharing pengalamanku membuatkan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) suamiku yang WNA. Jadi sebelumnya, kami sudah mengurus Ijin Tinggal Sementara (ITAS) di Kantor Imigrasi Ngurah Rai Badung. Dokumen selanjutnya yang harus diurus adalah SKTT. Karena kami tinggal di daerah Kuta Selatan, maka kami mengurus SKTT di Kantor Catatan Sipil Kabupaten Badung. Honestly, aku gak ngerti kenapa kita harus urus SKTT ini padahal seringkali saat urus dokumen apapun, yang diminta cuma passpor dan ITAS, SKTT ini paling jarang dimention. Antara ada dan tiada. Keberadaannya baru kerasa saat kita perpanjang ITAS, karena ini salah satu syarat yang harus dipenuhi. Tapi karena gak mau menyalahi aturan, begitu ITAS suamiku selesai, aku lanjutkan dengan mengurus SKTT.

Tidak seperti mengurus ITAS yang terbilang mudah, mengurus SKTT jauh lebih ribet. Kalau dibandingkan dengan mengurus SKTT tahun lalu di Jakarta Barat, tahun ini persyaratannya lebih bikin geregetan. Ada beberapa dokumen yang harus dicap sana sini dan dilegalisir. Hadeh! Nah, di bawah ini aku tulis ya persyaratan yang dibutuhkan untuk mengurus SKTT secara online. Yup! Syukurnya Capil Kabupaten Badung memperkenankan kita mengurus SKTT via online, at least kita gak usah jauh-jauh ke Mengwi untuk urus ini huhuhu. Okay, lanjut, persyaratannya adalah:

  1. Nomor Passpor
  2. Upload Form F1.08
  3. Upload Form F1.62
  4. Upload Form F1.09
  5. Surat pengantar dari Kelian/Kepala Lingkungan, Desa/Kelurahan, dan diketahui oleh Kecamatan
  6. Kitas Dilegalisir Imigrasi
  7. Fotocopy Passport Dilegalisir Konsular
  8. Surat Tanda Melapor dari Kepolisian (STM)
  9. IMTA/Notifikasi perintah pembayaran
  10. KTP Sponsor domisili Badung
  11. KK Sponsor Domisili Badung
  12. Pas Foto ukuran 2×3
  13. Upload SKTT WNA Lama jika status perpanjangan
  14. Surat Kuasa pengambilan

Poin nomor 9, 13, dan 14 itu aku abaikan karena dalam kasusku tidak diperlukan. Ada beberapa hal yang aku bingung dan ingin tanyakan kepada petugas Capil Kabupaten Badung, tapi telponnya jarang diangkat. SYUKURNYA, petugas disana cukup gercep balas email. God Bless! Awalnya aku iseng aja cobain tulis email ke alamat email mereka di pelayananonlinedukcapilbadung@gmail.com. Terus terang aku gak berharap banyak akan dibalas, tapi eh ternyata ada petugas yang balas. Siapapun admin yang balas, thank you banget!

Pertanyaanku adalah poin no 7, fotocopy passpor dilegalisir Konsulat. Suamiku ini warga negara Portugal. Saat kita hubungi petugas Konsulat Portugal di Bali, ternyata untuk legalisir ini harus dilakukan di Kedutaan Portugal Jakarta. Duh! Akhirnya aku tanyakan, apakah bisa dibantu solusinya, karena berangkat ke Jakarta dalam kondisi pandemi untuk minta legalisir fotocopy passport sangat memberatkan. Oleh petugas dibilang boleh upload fotocopy passport dulu, saat ambil SKTT tunjukkan aslinya. Okay, baiklah.

Pertanyaan selanjutnya poin no 10 dan 11. Aku sebagai sponsor suamiku, berKTP Buleleng, jadi aku minta solusi untuk 2 poin di atas. Oleh petugas, diminta mencari keluarga atau kerabat yang tinggal di Badung dan memiliki KTP Badung. Wah, terbantu banget! Aku kira bakal disuruh pindah KTP. Akhirnya aku pinjam KTP dan KK tuan rumahku yang memang berdomisili di Badung. Yeay! Happy.



Setelah mengurus seluruh persyaratan, aku baru ngeh poin 2 dan 4 susah banget dicari. Jadi aku coba cari di websitenya, ketiga formulir ini tidak ditemukan. Duh! Padahal kan sistemnya online ya. Gimana dong? Aku email lagi pihak Capil Kabupaten Badung. Oleh petugas, diminta langsung ke Capil Badung di Mengwi untuk ambil formulir-formulirnya. Ya ampun, kalau begini bukan online dong namanya? Sama aja kita ke kantornya yang jauuuuh untuk ambil formulir aja. Akhirnya aku email lagi petugas Capil minta kemudahan kalau bisa diupload di website atau dikirimkan bentuk softcopy.

God bless petugas Capil, setelah beberapa hari menunggu, beliau akhirnya mengirimkan bentuk softcopy 3 formulir itu ke emailku. Yeaaay! Formulirnya bisa dicek di sini ya. Nah akhirnya aku langsung isi ketiga formulir di atas. Setelah persyaratan lengkap, aku langsung akses web akudicari Kabupaten Badung dan klik pengajuan SKTT. Aku uploadlah semua persyaratan. Sejam kemudian, aku coba tracking pengajuan untuk mengecek apakah pengajuanku diterima atau ditolak. Ternyata ditolak guys, LOL.

Menurut catatan disana, surat pengantar/domisiliku perlu diketahui pihak Kecamatan sementara punyaku baru sampai Kelurahan. Selain itu, formulirku bagian agama dan informasi perkawinan juga belum lengkap. Aku diminta melengkapi dulu. Okay, baiklah. Aku langsung cuss ke Kantor Camat untuk minta stempel dan tanda tangan di surat domisili suamiku. Formulir juga kulengkapi banget. Besok paginya aku upload ulang semua persyaratan di atas.

Gerak cepat, gak sampai sejam formulir yang aku ajukan dinyatakan lengkap dan diterima. SKTT bisa aku ambil keesokan harinya ke Capil Badung di Mengwi. Ugh, tetep ya harus cus ke Mengwi juga. Agak males sebenernya memikirkan perjalanan dari rumah ke Mengwi. Tapi ya, mau bagaimana lagi.

Eh, tapi tiba-tiba siangnya aku dapat email dari Kementerian Dalam Negeri yang berisikan SKTT suamiku! What?! Jadi di email tersebut dibilang kalau SKTT bisa aku cetak secara mandiri dengan PIN yang disertakan di email tersebut.



Aku langsung girang dong. Tapi kan sebelumnya aku diinfo harus ke Capil Badung? Yang mana ni yang harus aku turuti? Akhirnya aku email lagi Capil Badung dan menanyakan apakah aku tetap harus menghadap Capil besok atau bisa cetak SKTT sendiri. Dan God bless you again, Capil officer! Dibalas kalau aku gak perlu ke Capil karena SKTT bisa dicetak sendiri dengan mengikuti info di email Kemdagri. Yeaaay! Dengan begitu secara resmi suamiku sudah dapat SKTT Kabupaten Badung. Fyuuh!

Sempat agak bingung selama proses pembuatan SKTT Kabupaten Badung ini, tapi sangat terbantu dengan pelayanannya yang selalu membalas email-emailku. Setidaknya gak merasa tersesat dan dibantu menyelesaikan dokumen ini. Oke deh, segitu dulu tulisanku kali ini ya. Mudah-mudahan kalian yang lagi pusing ngurusin SKTT ini bisa segera dapat kabar baik. Thank you guys!




22 Comments

  1. mba makasih banyak sangat2 membantu banget..sy lagi mau buat SKTT buat suami juga. Pertanyaan neh, yang poin no. 5 itu namanya surat keterangan domisili ya? dan harus ke kantor desa dulu minta suratnya baru ttd pak Klian trus Lurah trus camat? sy dulu pernah buat pas urus KITAb tp udah lama jadi lupa dech

    • Iya mbak. Untuk surat domisili ke Kelian/Kepala Lingkungan trus nanti ke Lurah. Setelah dari Lurah baru ke Kecamatan untuk distempel lagi.

  2. Tadinya sempat mau minta Agen yang urusin, karena kirain pengurusan SKTT ini ribet. Mana harus ke Mengwi pula. Nah agennya minta 500 ribu dan ga bisa menjamin kapan bisa selesai. Katanya karena sekarang semua prosesnya online dan sistemnya sering error. Setelah baca blog ini, jadi semangat untuk urus sendiri. Apalagi semuanya sudah serba online dan cepat. Terimakasih banyak, mbak. Informasinya sangat membantu sekali 🙂 God bless!

      • Mbak, punya panduan pengisian formulir F-1.08 gak? soalnya rada bingung isinya.. kolom agama contohnya, khan cuman 1 kotak.. apa ada no khusus apa gimana? huhuhu… kepala pusing liat formulir ini…

        • Dari sananya gak dikasi panduan saya mbak, tapi saya cari di google. Iya, emang ada no khusus untuk pengisian agama, pekerjaan dll. Ada panduannya untuk pengisian itu di google, tapi bukan Kabupaten Badung. Kayaknya sama sih. Coba di google aja. Atau email petugasnya minta dikasi panduan.

  3. Terima kasih banyak. Seandainya saya baca masukan mbak kemarin, saya lebih tenang tidurnya malam. Website yg bikin bingung saya dan hampir patah semangat. Kemarin saya mendapat surat pengantar dari Kelurahan, tapi tidak diberitahu harus ke Kantor Kecamatan. Besok saya akan mulai kembali perjuangan ini – bersenjatakan informasi lebih lengkap -berkat Website Mbak. Thanks a lot

    • Hallo mbak, kayaknya ini lagi rame2nya orang bikin SKTT. Saat saya dlu apply, saya apply biasa aja, gak pakai jam dan selalu dapat kuota

  4. Hi kak, saya barusan liat di website akudicari.badungkab.go.id kalau untuk pengajuan baru harus punya NIK. Nah, bukannya untuk mendapat NIK harus punya SKTT dulu ya. Ini gimana ya kak, tau infonya kak mengenai NIK?

    Makasih kak, blognya membantu sekali 🙂

    • Hallo mbak, maaf ya, saya lupa2 ingat. Yang pasti suami saya memang ga punya NIK karena mengajukan pertama kali.
      Kalau ada isian NIK, kemungkinan saya lewati (karena memang tidak punya). Atau saya masukkan NIK Sponsor (saat track pengajuan)
      Semoga membantu.

  5. Mbak mo nanya itu kitas nya harus legalisir ke imigrasi fotocopya ya? Mbak Ari jga legalisir kitas suami? Kan copy passport gk jdi legasir di kedutaan besar Portugal di Jkt?

    • Iya mbak, KITAS di print dan dilegalisir ke imigrasi.
      Kalau passport saya gak legalisir ke kedubes Portugal dan diperkenankan

    • Pengisiannya pakai angka. Jadi ada keterangannya sebenernya. Angka 1 artinya apa, angka 2 apa. Tapi saya lupa, kemarin saya dapetnya di google untuk informasi ini

  6. Hi kak aku bingung nih sama salah satu formulir, formulir yang F-1.09 ini wajib di isi kah ? Kalau wajib kuasa nya di berikan ke siapa ya ? Dan kondisinya harus di pilih yang mana ? Karena cuma di tuliskan sakit/buta huruf/lain nya. Tolong di jawab ya ☺️ Makasihhhh sebelum nya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*