Persyaratan Mutasi Alamat Untuk Perpanjangan KITAS WNA




kitas

Hello guys,
Seperti biasa setiap tahunnya aku pasti diribetkan dengan dokumen suamiku, WNA Portugal yang tinggal bareng aku di Indonesia. Sebenernya tahun ini pernikahan kami udah masuk tahun kedua dan suamiku bisa mengajukan KITAP, cuma karena tanggal 2 tahun nikahnya dan tanggal expired KITASnya mepet banget, disaraninlah untuk mengajukan perpanjangan KITAS dulu. Tahun depan baru bisa KITAP. Ok, baiklah! Setelah tahun lalu diribetkan dengan urusan alih sponsor dan perpanjangan KITAS, tahun ini kami diribetkan dengan mutasi alamat untuk perpanjangan KITAS. Hal ini karena kami pindah tempat tinggal yang sebelumnya di Jakarta dan sekarang di Bali. Duh, ga pernah normal2 aja ya ngurus perpanjangan KITAS ini.

Nah di tulisan kali ini, aku bakal sharing persyaratan mengurus MUTASI ALAMAT untuk perpanjangan KITAS. Tahun lalu, KITAS suamiku dikeluarin di Kantor Imigrasi (KANIM) Kelas 1 Soekarno-Hatta karena waktu itu kami tinggal di area Jakarta Barat. Setelah Covid, aku dan suami memutuskan untuk pindah ke Bali di area Kabupaten Badung. Saat masa expired KITAS hampir habis, suamiku mau memperpanjang KITAS di imigrasi terdekat tempat kami tinggal yaitu di KANIM Kelas 1 Ngurah Rai. Cuma karena sebelumnya KITAS suami keluaran KANIM Jakarta, kami diminta untuk melakukan mutasi alamat terlebih dulu. Intinya untuk memindahkan berkas-berkas kelengkapan KITAS dari KANIM Soekarno Hatta ke KANIM Ngurah Rai.

PERSYARATAN MUTASI ALAMAT KELUAR KANIM SOEKARNO HATTA

Aku langsung hubungi pihak KANIM Soekarno Hatta terkait persyaratannya melalui whatsapp. Adminnya balasnya cukup cepat dan menginformasikan persyaratan yang harus kami lengkapi, yaitu:

  1. Surat Permohonan Sponsor
  2. Surat Pernyataan dan Jaminan
  3. Surat Kuasa (jika dikuasakan)
  4. Fotokopi KTP Penjamin dan KTP Penerima Kuasa
  5. Mengisi Form Perdim 27
  6. Paspor Asli dan Fotokopi
  7. KITAS/KITAP Asli dan Fotokopi
  8. IMTA/Notifikasi Pembayaran Asli dan Fotokopi (TKA)
  9. Bukti Setor DPKK Asli dan Fotokopi (TKA)
  10. Berkas lengkap ybs dari kanim asal (Mutasi Masuk)
  11. Surat pengantar dari UPT (Mutasi Masuk)
  12. Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT)
  13. Surat Domisili dari Kelurahan Tempat Tinggal Sekarang (karena KTPku beda dengan alamat domisili, aku juga sertakan surat domisiliku. Jadi ada 2 surat domisi yang aku sertakan, surat domisiliku dan suamiku.)

Karena suamiku pakai KITAS penyatuan keluarga dan bermaksud untuk melakukan mutasi keluar jadi poin 8-11 bisa diabaikan. Selanjutnya karena sudah tinggal di Bali, aku tanya ke admin KANIM Soekarno Hatta, apakah bisa berkas-berkas aku kirim via kurir ekspedisi. Ternyata jawabannya TIDAK BISA. Jadi harus ada yang datang langsung membawa berkas ke kantor. Kalau tidak bisa datang, bisa diwakilkan dengan surat kuasa.



Sempat bingung juga siapa yang bisa aku mintai tolong karena terbang ke Jakarta di tengah pandemi ini bener-bener sedang kami hindari. Syukurnya aku inget punya kenalan orang Bali yang kerja di Kantor Imigrasi. Akhirnya aku coba hubungi, beruntung beliau mau membantu memasukkan berkas-berkas dan mengurus mutasi keluar. Fyuuh! Syukurlah.

Aku kirim berkas ke Jakarta hari Sabtu, sampainya hari Minggu. Sama kenalan di Jakarta baru dimasukkan berkas hari Selasa. Perlu waktu 3 hari kerja untuk mengurus mutasi keluar. Jumat urusan sudah kelar dan dokumen dikirim ke Bali. Minggu dokumennya sudah aku terima. Total mengurus semua dokumen sampai tiba di tangan kira-kira semingguan. Itu juga karena berkas semua sudah lengkap, jadi pengurusan cepat. Dokumen yang kuterima dari Jakarta itu SEGEPOK (bener-bener TEBEL) berkas-berkas suamiku selama tinggal di Indonesia. Selanjutnya tinggal mengurus Mutasi Alamat Masuk di KANIM Ngurah Rai.

PERSYARATAN MUTASI ALAMAT MASUK KANIM NGURAH RAI

Aku dan suamiku datang langsung ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Sempat kaget juga ternyata KANIM ini rame banget sama warga negara asing. Beda jauh sama Kanim di Jakarta. Kami biasanya selalu dapat antrean dokumen WNA nomer 1, tapi di Bali ini, wiiih rame banget sama bule-bule yang mengurus dokumen juga. Aku dan suami langsung ke customer service dan diminta untuk langsung menuju loket 6. Sebelumnya kami dibekali Form Perdim 27 untuk diisi.

Sampai di loket aku langsung tanya apa saja persyaratan untuk Mutasi Alamat Masuk. Petugasnya langsung meminta berkas-berkas dari Kanim Soekarno Hatta (which is segepok map merah tebel banget) dan juga beberapa persyaratan lain, seperti:

  1. Surat Permohonan Mutasi Alamat Masuk
  2. Surat Pernyataan dan Jaminan
  3. Paspor Asli dan Fotokopi
  4. Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT)
  5. Surat Domisili (punyaku dan suami)
  6. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga
  7. Surat/Akta Nikah
  8. Form Perdim 27



Waktu pengurusan mutasi alamat 3 hari kerja dan sama dengan pengurusan mutasi alamat keluar, pengurusan dokumen ini tidak dikenakan biaya. Setelah 3 hari kerja, aku dan suamiku datang lagi ke KANIM Ngurah Rai. Oleh petugas diberikan selembar kertas, semacam pernyataan bahwa WNA bersangkutan kini tinggal di Bali. Pasport suami yang asli juga dikembalikan. Dengan ini suami resmi pindah alamar dari Jakarta ke Bali. Selanjutnya diperbolehkan mengurus perpanjangan KITAS di KANIM Ngurah Rai.

Nah, apakah sudah cukup jelas syarat-syaratnya?! Selanjutnya untuk pengurusan KITAS di KANIM Ngurah Rai bakal aku tulis di artikel selanjutnya, supaya ini gak kepanjangan. Oke deh segitu dulu ya. Semangat untuk semua istri yang dipusingkan dengan dokumen kependudukan suami WNA hahaha! Ciao!




8 Comments

  1. Kaka bs minta contact nya ga? Aq skr jg lg ngurus mutasi kitas kerja tmn bos ku dr jakut ke bali. Lg bingung, ga tau mau nanya siapa.😭
    Bs tlg wa ke 082144253309. Mohon bantuannya nggih 🙏🙏 sebelum nya terimakasih

  2. mba saya mau tanya gimana cara nya buat SKTT di kab badung? diminta SKTT asal di tangerang padahal waktu itu belum punya. skrg udah pindah ke Bali daftar online untuk SKTT Bali selalu di batalkan karena alamat sekarang dengan di KITAS beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*