Pengalaman Membayar dan Melapor Pajak untuk Pekerja Bebas




melapor-pajak-pekerja-bebas

Hi para wajib pajak,
Hari ini aku mau ceritain pengalamanku bayar dan lapor pajak untuk pekerja bebas. Tahun ini, caraku bayar dan lapor pajak agak berbeda. Cukup membingungkan, tapi bagus juga untuk jadi bahan pembelajaran.

Nah, tahun-tahun sebelumnya, aku bayar pajak cukup simpel karena dipotong langsung dari kantor. Selanjutnya pun aku tinggal lapor pajak secara online. Tapi tahun ini agak berbeda, karena aku gak kerja kantoran lagi, jadi aku ga punya bukti potong pajak dari kantor. So, aku harus mengurus sendiri dari awal.

Yang membuatku merasa sangat ribet dengan pelaporan pajak kali ini, karena aku harus mendownload form SPT 1770 untuk pekerja bebas dan menguploadnya di laman DJP Online. Sayangnya, form ini hanya bisa diakses oleh mereka yang menggunakan perangkat windows, sementara perangkat yang aku pake adalah IOS . Otomatis SPT ini gak bisa aku isi di laptopku.

Awalnya aku mau cuek aja, tapi memang dasar aku tipe yang degdegan kalau gak menyelesaikan kewajiban, aku langsung email kantor pajaknya untuk menanyakan gimana caranya aku lapor pajak kalau aku ga bisa download SPT 1770 ini.

Aku kirim email ke dua alamat email yang pertama di informasi@pajak.go.id dan yang kedua aku tembak langsung ke KPP tempat NPWPku di buat, yaitu KPP Pratama Singaraja, Buleleng Bali.

Yang mengejutkan adalah, emailku dibalas langsung oleh KPP Pratama Singaraja. Ga nyangka lho! Dari sana aku diarahkan untuk menghubungi salah satu pegawai pajak dan diberikan nomer whatsapp.

Awalnya aku agak skeptis apa pegawainya bisa membantu permasalahanku. Aku coba drop whatsapp dan dibalas kurang lebih 2 jam kemudian. Aku sampaikanlah permasalahanku. Pegawainya namanya Pak Gede Ery yang ternyata sangat ramah dan helpful.

Beliau bilang kalau beliau bisa membantu melaporkan pajakku setelah aku membayar pajak. Eh? Aku yang terbiasa pajaknya dipotong kantor, jadi terkejut, berapa ya bayar pajak untuk pekerja bebas? Beliau pun menyampaikan pajak dibayar sejumlah 0,5% dari penghasilan kotor wajib pajak. Wah aku baru tau, ternyata ga banyak ya!

Jadi kalau gaji KOTOR kalian per bulannya Rp. 5.000.000 tinggal dihitung saja 0,5%nya untuk pajak. Jadi pembayaran pajak kalian adalah sejumlah Rp. 25.000 saja per bulannya.

Pak Gede Ery menanyakan beberapa pertanyaan, seperti jumlah penghasilanku setiap bulannya di tahun 2019, daftar harta, hutang dan daftar keluarga. Aku pun menginformasikan sesuai dengan yang beliau minta. Selanjutnya beliau mengkalkulasi berapa jumlah pajak yang harus aku bayarkan.

Nah, Pak Gede Ery juga membantu membuatkan kode billing untuk nanti aku bayar melalui ATM. Gak tanggung-tanggung, ada 12 kode billing yang dibuatkan oleh beliau. Itu artinya aku harus input satu2 saat pembayaran di atm (caranya bisa dicek di sini ya). Ada 12 lembar bukti pembayaran yang selanjutnya aku fotokan dan kirim ke Pak Gede Ery.

Sebelumnya aku sempat rada bete, kenapa gak efektif banget bikinnya per bulan gini? Ya, karena pajak emang harusnya dibayar tiap bulan!! Bukan dirapel tiap tahun mau ngelapor baru bayar, kaya aku ini. Jangan diikutin ya guys, ini karena emang sebelumnya aku buta banget karena kebiasaan dulu tiap bulan udah otomatis dipotong gaji.

Setelah selesai membayar, aku kira persoalan selesai. Tapi ternyata aku harus melapor lagi! Damn! Itu kan tujuan sebenerku?? Nah, aku tanya lagi sama Pak Gede Ery, aku tidak bisa mengakses form SPT 1770 ini.

Beliau pun menawarkan diri untuk membantu input dengan ijin mendapat informasi password DJP Onlineku. Aku langsung kasi setelah sebelumnya aku ganti dulu untuk menjaga privasi, jadi belakangan bisa kuganti lagi ke password asliku yang lebih mudah kuingat.

Nah setelah beberapa saat, beliau menginformasikan kalau laporan pajak sudah berhasil dilakukan dan untuk selanjutnya aku diharapkan membayar pajak setiap bulannya. Yeaaayy! So happy!

Lalu gimana caranya dapet kode billingnya? Ternyata bisa langsung mengakses DJP Online dan membuat kode billing sendiri. Wah, pengetahuan baru banget! Karena sebelumnya ngantor, aku jadi gak ngeh kalau tiap bulan harus bayar pajak. Oke, siap kalau begitu, sekarang tiap bulan aku bayar pajak langsung.

By the way, pelayanan KPP Pratama Singaraja ini oke lah. Pak Gede Ery ini membantu banget, parah! Tanpa beliau, mungkin aku ga ngeh kalau harus bayar pajak HAHA! Maunya langsung ngelapor aja. Sebelumnya, aku juga ngedumel karena aku harus 12x masukin kode billing di ATM. Ya, itu kan karena salahku, coba deh bayarnya per bulan, gak usah repot kan dan belakangan tinggal ngelapor aja!

Baiklaaah, sekarang aku mengerti. Yeay! Jadi nambah ilmu nie soal perpajakan. Terima kasih ya Pak Gede Ery dan KPP Pratama Singaraja.

P.S: Yes, password DJP Online ku sudah kuganti, jadi sekarang cuma aku yang bisa akses hehe. Thank you guys!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*