Pengalaman dan Kesan Pertama Bikin Akun Jenius Tanpa E-KTP




Hai!

Hari ini aku bakal ceritain pengalaman pertamaku pakai Jenius. Sebenarnya, diawal mula Jenius ada, aku sempat bikin akunnya, tapi sepertinya aku lupa verifikasi, jadilah akun jeniusku gak bisa kepake. Di tahun 2019 ini, Marcio suamiku menyarankan aku untuk bikin akun jenius. Menurut teman kerjanya, akun jenius ini banyak manfaatnya. Beberapa manfaatnya, misalnya:

1. Jenius punya e-card yang berfungsi kurang lebih seperti credit card tapi sistemnya debit card. Jadi begini, kalau kita mau belanja online, kita bisa pakai e-card Jenius ini, karena e-cardnya sendiri berlogo visa, dengan memasukkan nomor kartu, masa berlaku & CVVnya. Tagihan belanja online tersebut akan langsung dibayar dengan saldo yang kita punya di e-card. Bagiku ini cukup membantu, karena limit kartu kreditku tergolong kecil, dengan ada e-card Jenius ini, aku bisa belanja online a la credit card dengan limit sesuai saldo di e-card Jeniusku.

2. Jenius punya simpanan dalam bentuk mata uang asing seperti Pound, Singapore Dollar, US Dollar dll, jadi menabung dalam mata uang asing sangat mudah tinggal klik klik. Selama ini aku dan Marcio menabung mata uang asing di BCA Dollar yang cukup mudah juga, tapi ya mata uangnya USD aja.



3. Jenius punya 3 jenis saver atau simpanan yang mempermudah kita untuk menabung. Namanya Flexi Saver, Dream Saver dan Maxi Saver. Ketiga tabungan ini sendiri bunganya cukup besar, jika dibandingkan dengan bank lain.

Banyak sekali manfaat menggunakan Jenius ini yang Marcio ceritakan, jadi mau gak mau, aku coba-coba untuk buat akun Jenius ini.

CARA MEMBUAT AKUN JENIUS

Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat membuat akun jenius, yaitu:

1. Install aplikasinya. Aplikasi Jenius bisa dicari di Google Playstore atau Appstore. Cukup mudah tinggal install. Setelahnya, dibuka dan cari pilihan untuk membuat akun/rekening baru dengan mengklik tombol “REGISTER”. Selanjutnya ikuti petunjuk dengan mengisi identitas diri.

2. Jangan lupa menyiapkan E-KTP dan NPWP ya. Kenapa perlu dua hal ini, itu karena saat registrasi, kita akan diminta untuk memfoto E-KTP dan NPWP kita.

3. Verifikasi akun. Verifikasi akun ini penting dan harus dilakukan, apalagi kalau kita mau dapet kartu Jenius m-card nya (kartu Jenius m-card ini beda dengan e-card ya). Kartu Jenius m-card ini seperti kartu debit bank lain yang ada bentuk fisiknya dan bisa digunakan untuk melakukan pembayaran seperti kartu debit bank lainnya. Sementara e-card, tidak memiliki bentuk fisik kartu, tapi no kartu, masa berlaku dan CVV nya, semuanya ada di aplikasi.

Verifikasi akun jenius bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu melalui video call atau dengan langsung mendatangi kantor BTPN untuk mengaktivasi akun Jenius kamu.

CARA MEMBUAT AKUN JENIUS TANPA E-KTP

Untuk membuat akun jenius, kita harus memiliki E-KTP untuk difoto saat proses registrasi dan juga diperlihatkan saat proses validasi. Akan tetapi, pengalamaku sendiri, aku gak punya e-KTP, hiks! Ini karena saat ganti status kawin, keping E-KTP di Catatan Sipil sudah habis, jadilah aku hanya punya surat keterangan pengganti E-KTP (SUKET).

Awalnya, aku sempat khawatir kalau SUKET ini bakal jadi hambatan untuk buat akun jenius, tapi aku coba aja. Nothing to lose! Kufotolah SUKET dan NPWPku. Selanjutnya saat ingin memvalidasi akunku, aku coba untuk video call dan langsung terhubung dengan mbak2 CS. Disana, aku diminta untuk menunjukkan E-KTPku, tapi aku bilang kalau E-KTPku masih proses dan aku cuma punya SUKET. Aku tanya, apakah SUKET ini bisa digunakan untuk menggantikan E-KTP? Menurut Mbak CS, SUKET ini bisa dan valid untuk digunakan, tapi validasi akun tidak bisa melalui video call, melainkan harus datang langsung ke kantor BTPN terdekat dengan membawa dokumen identitas pendukung lainnya seperti SIM atau PASSPORT.

Akhirnya, aku langsung menuju ke kantor BTPN terdekat. Oleh Mbak CS di kantor BTPN itu, aku diminta untuk mengisi formulir dan tanda tangan. SUKET dan SIMku pun diminta dan di foto. Mbak CS juga minta fotoku dengan memperlihatkan SUKET dan SIM secara bersamaan. Setelahnya selesai! Akun Jeniusku sudah tervalidasi dan 3 hari berikutnya, aku sudah dapat kartu Jenius m-card. Semudah itu 🙂

PENDAPATKU SOAL JENIUS

Begitu akun jeniusku tervalidasi, aku langsung top up akun jeniusku sebesar Rp. 2.000.000 Ada kejadian yang kurang mengenakkan terjadi pada akun jeniusku saat pertama kali kubuat.

Jadi, oleh Mbak CS di bank cabang BTPN tempat aku aktivasi Jenius, aku diinfo kalau ada promo cashback Rp. 100.000 dari Jenius. Cashback ini bisa aku dapatkan kalau aku top up Rp. 1.000.000 dan tidak menggunakannya selama 15 hari kerja. Hari selanjutnya, aku bisa dapat cashbacknya. Karena menurutku nothing to lose, akupun mengiyakan.

Setelah top up saldo Rp. 2.000.000 dan topup Gopay Rp. 200.000, saldo utamaku menjadi Rp. 1.800.000. Akan tetapi, satu jam berikutnya, tiba2 saldoku “hilang” 1 juta. Jadi hilangnya ini tanpa notifikasi/info apapun. Jenius punya feature “In & Out” di aplikasinya untuk mencatat uang yg masuk dan keluar.

“Hilang”nya uang 1 juta ini ternyata tidak tercatat di “In & Out”, jadi bener2 hilang begitu aja. Sebenarnya aku tidak expect uangku hilang tanpa catatan. Aku setuju untuk tidak pakai uang 1 juta, tapi aku tidak setuju uangku di “hilang” kan TANPA catatan di aplikasi Jenius. Aku sempat ngeri sih, karena Bank bisa meng”hilang”kan uangku dari aplikasi tanpa jejak sama sekali.Hal ini kulaporkan ke pusat yang menyatakan bahwa Jenius BTPN TIDAK MEMILIKI PROMO CASHBACK tersebut. Heemm… tentu saja aku khawatir. Aku langsung menghubungi BTPN Cabang tempat aku memvalidasi akunku kemarin. Menurut CSnya, promo ini adalah promo cabang jadi pusat memang tidak terupdate (WHAT?). Aku bilang ke Mbak CS kalau aku tidak masalah bank  meng “hold” uangku, asalkan ada catatan tertulis di aplikasi/email, sehingga aku sebagai pengguna baru tidak was-was. Menurut Mbak CS, memang tidak ada catatan (jadi uang itu di”hold” Bank dan lenyap diaplikasi tanpa catatan). Lalu aku minta uangku dikembalikan saja, gak apa gak dapet cashbacknya! Akhirnya uangku di”kembali”kan Rp. 1.000.000 sehingga kembali saldoku menjadi Rp. 1.800.000. Saat pengembalian pun TIDAK ADA catatan di “In & Out”. Uangku benar-benar “lenyap” dan “datang kembali” tanpa jejak. Menurutku ini sih menakutkan ya!

Aku sudah sempat pakai Jenius beberapa kali seperti untuk top up e-wallet dan bayar pembelanjaan di e-commerce dengan e-card Jenius. Semua berjalan cukup lancar tanpa masalah.

Akan tetapi, aplikasi jenius terbilang lambat. Hiks! Beberapa kali aku mengalami kesusahan mengakses akunku saat membuka aplikasi Jenius. Walaupun sudah di refresh beberapa kali, infonya masih saja seperti gambar di atas. Dan ini bisa terjadi berjam-jam! Aku sempat frustrasi karena mau bayar belanjaan online di e-commerce, tapi aplikasi Jenius malah crashed begini, akhirnya aku balik lagi pakai M-banking BCA yang luar biasa convenient tanpa masalah.

Dengan segala pengalaman di atas, aku jadi agak was-was juga pakai kartu Jenius. Pertama, karena pengalaman uangku “lenyap” atau istilah bank nya di “hold” tanpa informasi tertulis baik di aplikasi maupun email. Kedua, aplikasinya loading sangat lambat dan sering “crashed” jadi kita yang mau cepet bayar2 harus nunggu berjam2 sampai aplikasinya baik kembali. Tapi untuk pembayaran, transfer dan top up, jenius bisa digunakan sama seperti aplikasi m-banking bank-bank lainnya.

Oke, jadi segitu dulu ceritaku tentang pengalamanku pakai Jenius BTPN. Apa kalian juga punya pengalaman yang sama? Mudah-mudahan semuanya pengalaman yang baik ya 🙂




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*