Luxembourg-Portugal Trip (Part 1): Deg-degannya waktu check-in dan imigrasi di Bandara Soekarno Hatta




Sebenernya udah dari lama aku kepengen cerita pengalamanku kemarin liburan ke kampung halamannya Marcio di Luxembourg dan Portugal, lebaran kemarin. Tapi ga sempat-sempat, karena ceritanya pasti bakal puaaanjaang banget hehee. Jadi maaf ya kalo dicicil sedikit demi sedikit. Wokeh, aku mau ceritain dulu pengalaman di awal yaitu deg-degannya  waktu melewati imigrasi di Bandara Soekarno Hatta.

Obviously, ini bukan pengalaman pertama kami ke luar negeri, tapi yes ini pengalaman pertama kami pulkam ke rumah ortu Marcio berdua. Aku udah tulisin kan di tulisan sebelumnya, kalo aku berangkat dengan visa Schengen via Kedubes Portugal? Nah, pas Aku check-in, surprisingly aku ditanya2 sama petugasnya. Duh! Padahal ini belum di Imigrasi ya guys, baru pas mau check in dan drop baggage.

P: Petugas
A: Ari
M: Marcio

P: Mbak ini tiketnya saya liat PP berangkat ke Luxembourg dan pulangnya juga dari Luxembourg. Betul ya?

A: Iya betul, Pak?

P: Tapi ini ko visanya pake visa Portugal?

A: Oh iya Pak, soalnya saya bakal pergi dan stay di Portugal paling lama selama perjalanan ini.

P: Trus kenapa tiket pulangnya dari Luxembourg bukan Portugal? (Duuuhhh, deg2n ditanya2 begini).

A: Iya Pak, Karena lebih murah beli ticket PP dari negara yang sama, dan juga karena ibunya tunangan saya tinggal di Luxembourg, jadi setelah dari Portugal saya bisa ketemu ibunya lagi.

P: Terus mbaknya punya tiket dari Luxembourg ke Portugal PP? (Huwaaahh! Jujur aja nie ya, ak belum punya ticket realnya karena kami emang rencana akan pesen tiket nanti setelah sampai di Luxembourg)

A: Ehhm.. saya belum punya tiketnya sekarang, karena ini family trip, jadi masih kakaknya yang akan urusin (duh ngeleeees nyaaa)

P: Wah kalau gitu saya tanya dulu apa bisa pake visa Portugal (doi mulai angkat telpon, nelponin temennya, sementara aku udah dag dig dug ser gak karuan)

M: Why takes it so long? (Si Marcio udah gelisah aja, karena dy ngliat gelagatku yang mulai nervous)

A: Iya, he wants me to have returns ticket Luxembourg- Portugal since my visa comes from Portugal embassy. Can you ask your sister to book the ticket now to Portugal? (udah mulai harap-harap cemas).

Eeeh tiba-tiba aku keinget pas kemarin apply visa aku pakai dummy tiket dari travel, dan sebenernya udah ngeh deh tiketnya pasti udah kecancel karena udah sebulan lebih, tapi ya mau gak mau.

A: Ini Pak, saya ada bukti booking pesawatnya. (sambil liatin hape)

P: Oh coba saya cek (lanjut ketik-ketik di komputer en telpon temennya lagi. Nanyain apa aku bisa lewat atau enggak. Huhuhuhu kukira kegaswatan ini akan terjadi di imigrasi, gak nyangka bakal secepet ini).

Tapi tak disangka2 dia tutup telpon en bilang,
P: Oke mbak, ini tiketnya. (sambil kasi tiket ke aku dan Marcio) tapi tolong pastikan ya mbak kalo mbak punya tiket Lux-Portugal.

A: oh oke Pak.

Dan aku langsung deg-degan pergi menjauh sama Marcio. En kita langsung ngobrolin gimana caranya passing imigrasi nanti.
1. Kita memang ada rencana untuk ke Portugal, no doubt! Tapi kita emang belum decide tanggal berapa sampai berapa spending times di Portugal. That’s why kita maunya book begitu sampe di Luxembourg dan ketemu keluarganya Marcio. Karena kakaknya juga mau ke Portugal, en kita mau ketemuan lagi disana.
2. Aku udah kelewat deg2nnya takut ga bisa lewat imigrasi karena visaku Portugal tapi tiket PP Luxembourg (kalo dipikir2 sih harusnya aku gak senervous itu. Tapi ya namanya juga baru pertama, mau gak mau harus ada fase deg2n ini).
3. Marcio bisa aja nghubungin kakaknya untuk bookingn kami tiket sekarang juga PP Lux-Portugal, tapi aku belum bisa memutuskan mau stay berapa lama disana dan deciding hal itu saat lagi kalut2nya beneran ga sanggup.
Akhirnya Google to the rescue, aku ceklah google and dapet info kalo aku bisa bikin dummy tiket via online 24/7. Karena hari itu Sabtu dan seluruh travel tutup, ak sempat deg2an ga bisa bikin dummy tiket, syukurlah nemu website itu. Dan ya ampun gila, fast response bangeeet, owner websitenya balas whatsappku, tanya2 info itineraryku, personal data, aku transfer dan cuuuss got my dummy ticket! I dont know whether this one against the rule, but seriously I do intend to go to Portugal, but we just have no time to decide when to go, jadi cara ini aku rasa paling aman untuk sementara.

Daaan melangkah lah aku ke imigrasi dengan langkah ringan. At least aku udah punya tiket ke Portugal di tangan. Sampai di imigrasi, petugas imigrasi nanya ke aku:

P: Mau ke Portugal?

A: Iya

P: Via amsterdam?

A: Iya, tapi akan ke Luxembourg lebih dulu karena Ibu tunangan saya tinggal di Luxembourg, setelahnya saya ke Portugal dari Luxembourg.

P: Oh ok. STAMP!

Dan udah, gitu aja! hoooraaaayyy, aku gak ditanya2 gitu apa punya tiket ke Portugal, pokoknya lewat aja. Fyuuuhh! Jadi berasa akunya aja yang emang kegawatan hihihi.

So temen-temen, yang nanti VISAnya beda dengan negara tempat pertama kali menginjakkan kaki di Eropa mungkin akan ngalamin pengalaman deg-degan yang sama kaya aku hehehhe. Tapi mudah2an lancar ya. Dan melenggang lah kami menuju Amsterdam dan lanjut ke Luxembourg 🙂




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*